TAHWA, tahu berkuah jahe
18 April 2009 pada 04:41 | Ditulis dalam Catatan Si Zein | 15 KomentarKaitkata: catatan, jalan-jalan, kuliner
Malang yang saat ini identik dengan sebutan kota apel, kota mall, kota ruko, kota tempe, kota dingin, kota bunga, beberap minggu ini ditemui banyak bertebaran gerobak-gerobak maupun kedai-kedai kecil dengan tulisan “TAHWA”. Tahwa mirip dengan ronde tapi bukan ronde, mirip skoteng tapi bukan skoteng. Tahwa adalah sejenis makanan yaitu kembang tahu yang di beri kuah jahe. Tahwa berbahan dasar tahu yang sangat lembut, lalu disiram kuah jahe manis yang hangat dan ditaburi campuran kacang tanah. Nikmat sekali dimakan, apalagi saat musim yang tidak menentu saat ini, kadang hujan kadang mendung kadang panas. Tapi udara malang yang sejuk membuat makanan ini tetep bisa dinikmati walau siang hari. Dan sangat mantap dimakan saat hujan. Yang jelas maemnya harus pas panas panas, kalo dingin kurang enak.
![]() |
![]() |
Bahan baku makanan ini cukup simpel yaitu kedelai yang diolah menjadi tahu halus, gula merah, jahe dan kacang tanah untuk menambah rasa. Harga makanan ini tidak terlalu mahal, penjual tahwa rata-rata mematok harga antara 2000 – 3500 rupiah saja. Selain itu, saat ini jenis makanan ini banyak bertebaran di Malang, jadi untuk mendapatkannya tidaklah terlalu susah. Mungkin saat ini tahwa menjadi makanan khas Malang. Mau mencoba?
tambahan: Recommended place 4 tahwa
1. Di belakang Ramayana
2. Di sebelah Hotel dekat Poltekes
3. Di depan riverside
15 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.



koyok goder ngene
Comment by bnu— 18 April 2009 #
alus alus anget…..
anget anget alus……….
Comment by rhe_manies— 18 April 2009 #
walah ngene to
takpikir seng tulisane TAHWA iku dodolan tahu goreng :hammer:
Comment by fatto— 18 April 2009 #
Heh, traktiran..!!
Timbangane ora, traktir TAHWA ae yo gpp.
Comment by djambronk— 18 April 2009 #
Oh, iyo. Bes, add link blogku oe.
IKI
Comment by djambronk— 18 April 2009 #
bnu : goder? hahaha bahasane wong lamongan
nak ria : yes
fatto : yo wes kapan2 yg jual suruh jualan tahu goreng juga
djambronk : traktiran jareee,,, koen seh gak melu
Comment by z31nt— 18 April 2009 #
aku nek tuku neng cidek’e comboran.
bengi2 enak ngono karo arek wedok…
angeett!!!
Comment by lumansupra— 19 April 2009 #
Miftahhhhhhhhhh…..mbah enake rek jalan2..meluw poo..betewe aniwei buswei…km ta add yo di blogku…kunjung2 yo mbah…
Comment by christine— 20 April 2009 #
Mbahhhhhh…tak wei award yo..nyampah sitik gpp yo mbah..kerjakno nek g sibuk..ga ganggu kelancaran rejeki kan..wakkakak..kok gawat…
Comment by christine— 22 April 2009 #
enak ketoke…. pengen nyoba
Comment by ristanait— 22 April 2009 #
“djambronk : traktiran jareee,,, koen seh gak melu”
oooh ngunu tah ceritane…
okeh gus…
tak trimo tantanganmu…
>:)
Comment by ncupndut— 22 April 2009 #
iyo nu, benoel, gudir mif lak neng lamongan…hahaha…jadi kangen rumah…btw met ultah ya mift, maap telat…seng kepiro sey??:D
Comment by ratikah— 23 April 2009 #
telat yo gak popo, aku mbalese yo telat,,,
Comment by z31nt— 1 Mei 2009 #
Salah satu kuliner yang wajib dinikmati kalau lagi ke Malang. Arema memang kreatif.
Comment by Libia— 4 September 2009 #
[...] sumber gambar : z31nt.wordpress.com [...]
Pingback by Tahwa « Behind The Metropolis City— 6 Juni 2010 #