Kue Koya si Kue Jadul
30 April 2009 at 15:08 | In Catatan Si Zein, Lain2 | 11 CommentsTags: catatan, kuliner
Inilah dia kue jadul (jaman dulu), namanya kue koya. Saat aku masih SD, kue model gini banyak sekali dijumpai di warung. Bentuknya dari dulu sampai sekarang ngga berubah tetep aja kayak gitu. Disaat orang-orang menuntut reformasi alias perubahan, kue ini kayaknya adem-adem aja nggak pengen berubah ^.^V
![]() |
![]() |
Kue koya. Rasanya manis. Berserbuk. Berbahan antara lain kacang hijau. yang khas dari koya adalah cara mengemasnya. Kue pipih bundar ini ditumpuk lima kemudian dibalut dengan kertas roti. Keunikan lain: dari kemasan sudah terasa aroma oriental alias Cina. Nggak nyangka kalo ternyata kue ini masih bisa didapatkan di toko-toko tertentu, bukan supermarket tentunya. Kue koya yang model ini dijual dalam 1 bungkus berisi 6 pak yang dalam tiap paknya ada 5 kue. Jadi jika ditotal, kita akan memakan sebanyak 30 kue hehehe. Rasanya gurih dan enak sekali. Makan 1 kurang, karena pasti ketagihan. Walaupun kuenya agak bikin seret ya, jadi harus sedia minum di samping klo nggak mau keselek.
Kue koya cocok dimakan sore hari disertai dengan kopi panas atau teh manis panas… Hmmm… menikmati memori masa kecil ditemani minuman hangat sambil makan kue koya… Orang-orang yang tak jauh beda umurnya denganku, pasti akan tenggelam dalam kenangan jaman dulu saat melihat kue ini. Kebanyakan pasti bilang “Lho, jajan cilikanku kok sek onok ae!” (lho,kue masa kecilku kok masih ada ya). atau “Weik, kok sik usum ae jajan iki!” (anjrit,kok masih ada aj kue ini).”
Itulah Kue koya, si Kue Jadul, Banyak kenangan tersimpan di dalamnya ^_^
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




Wah. iya nih, jadi inget masa lalu. hiks hiks.
Komentar oleh endah — 2 Mei 2009 #
hahaha,,, baguslah klo gtu, km masih normal,,,
Komentar oleh z31nt — 4 Mei 2009 #
Hems…aku dikirimi iki sak pak yo ga nolak…hahhahahha…
Komentar oleh christine — 3 Mei 2009 #
beghh,,, njaluk kiriman,,,kapan2 ae
Komentar oleh z31nt — 5 Mei 2009 #
Hahahahha…kiro2 iso dikirim lewat rekening ga yo mbah…hihihihhi…(ngayal mode on)
Komentar oleh christine — 6 Mei 2009 #
eh jajan cilikanmu, ndak tau weruh
*aku wis lahir durung ya??? hehehehe
Komentar oleh ristanait — 3 Mei 2009 #
wah, nemu ndek ndi bes? aku ae sampek nitip aulia cekne tuku ndek suroboyo..
Komentar oleh bn03 — 5 Mei 2009 #
walah neng ndesoku akeh… regone 200 repes
Komentar oleh ria manies — 5 Mei 2009 #
[ristanait] : kamu hidup dimana naak?
[bno3] : adohe tuku ndek suroboyo, wong produksi malang
[ria] : dasar wong ndeso. ^.^V
Komentar oleh z31nt — 5 Mei 2009 #
hahahaha… iyo sam. penak jajane
neng toko omah onok pisan.:D
*bahasa Indonesiane “Weeeiiikk” iku “Anjrit” ta? ket ngerti aku… hahaha
Komentar oleh lumansupra — 11 Mei 2009 #
yo opo lek kapan-kapan nggowo nang kosan ku
–
Lek perkiraan ku yo bahasa indonesia ne ‘weik’ iku ‘anjrit’. mbuh maneh lek onok versi liyane
Komentar oleh z31nt — 13 Mei 2009 #