Unicode Support di CentOS 5.5 menggunakan PHP dan PCRE
3 Desember 2010 pada 08:57 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone, Server | Tinggalkan KomentarKaitkata: centos, Linux, PHP, server
Saya menggunakan CentOS 5.5 dengan webserver apache 2.2.3 dan PHP 5.1.6. Saat akan menggunakan fungsi regex yang berhubungan dengan karakter unicode seperti (‘\X’, ‘\pL’, dsb) ternyata terdapat error, dan setelah diselidiki ternyata pada PCRE (Perl Compatible Regular Expressions) ada sebuah fungsi yang belum aktif. Demikian pula saat saya memasang sebuah CMS open source dengan nama RackTables yang akan digunakan untuk inventaris rack, server dan semua peripheral yang ada di Data Center. terdapat sebuah error yang berhubungan dengan PCRE. Error-nya adalah
"PCRE compiled with --enable-unicode-properties FAILED"
PERMASALAHAN:
PHP yang terbaru menggunakan PCRE engine untuk menjalankan fungsi regular expression (regex). Karena itu, kita bisa langsung melakukan query langsung menggunakan pcregrep seperti berikut ini:
[pegasus@svr-cabul ~]$ pcregrep ‘/\X*/u’ character.txt
pcregrep: Error in command-line regex at offset 2: support for \P, \p, and \X has not been compiled
Dan ternyata hasilnya terdapat error, bahwa unicode tidak bisa dilakukan. Kemudian ada juga command pcretest untuk melihat hasil kompilasi pcre yang terpasang di komputer/server kita.
[pegasus@svr-cabul ~]$ pcretest -C
PCRE version 6.6 06-Feb-2006
Compiled with
UTF-8 support
No Unicode properties support
Newline character is LF
Internal link size = 2
POSIX malloc threshold = 10
Default match limit = 10000000
Default recursion depth limit = 10000000
Match recursion uses stack
Dari query diatas tampaklah bahwa memang ada yang kurang dalam kompilasi PCRE. dari query diatas diberitahukan bahwa “UTF-8 support” dan “No Unicode properties support”. Hal ini berarti bahwa PRCE diconfig dan dicompile dengan opsi “-enable-utf8″ yang memungkinkan PCRE untuk mengenali dan bekerja dengan UTF-8 encoded string. Namun, PCRE tidak dikompilasi dengan “–enable-unicode-properties” yang diperlukan mendukung karakter unicode seperti ‘\ p’, ‘\ P’, dan ‘\ X’.
SOLUSI:
Untuk mengatasi permasalah ini, maka harus dilakukan kompile ulang terhadap PCRE. Karena saya menggunakan CentOS yang berbasi rpm, maka saya mencari src dari PCRE dan menemukannya di kernel.org yaitu di http://mirrors.kernel.org/centos/5.5/os/SRPMS/pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm.
1. Download src
[pegasus@svr-cabul ~]$ wget http://mirrors.kernel.org/centos/5.5/os/SRPMS/pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm
2. Install source rpm
[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo rpm -ivh pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm
perintah ini akan menaruh source kedalam folder /usr/src/redhat/SOURCES dan /usr/src/redhat/SPECS
3. Install rpmbuild
rpmbuild nantinya akan digunakan untuk mengkompile paket source rpm
[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo yum install rpm-build
4. Lakukan konfigurasi
buka file /usr/src/redhat/SPECS/pcre.spec, kemudian cari baris
%configure --enable-utf8
dan rubah menjadi seperti berikut ini, kemudian simpan
%configure --enable-utf8 --enable-unicode-properties
5. Build rpm baru
[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo rpmbuild -ba /usr/src/redhat/SPECS/pcre.spec
hasil akhir dari perintah diatas, akan membuat rpm baru, dan akan muncul seperti ini:
Wrote: /usr/src/redhat/SRPMS/pcre-6.6-2.7.src.rpm
Wrote: /usr/src/redhat/RPMS/i386/pcre-6.6-2.7.i386.rpm
Wrote: /usr/src/redhat/RPMS/i386/pcre-devel-6.6-2.7.i386.rpm
6. Install rpm baru:
[pegasus@svr-cabul src]$ sudo rpm -Uvh redhat/RPMS/i386/pcre-6.6-2.7.i386.rpm
Preparing... ########################################### [100%]
1:pcre ########################################### [100%]
7. Lakukan testing
[pegasus@svr-cabul src]$ pcretest -C
PCRE version 6.6 06-Feb-2006
Compiled with
UTF-8 support
Unicode properties support
Newline character is LF
Internal link size = 2
POSIX malloc threshold = 10
Default match limit = 10000000
Default recursion depth limit = 10000000
Match recursion uses stack
Dan akhirnya, server pun sudah support unicode.
Apache Tomcat 6 dan Ubuntu 10.04
16 September 2010 pada 08:26 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone, Server | 2 KomentarKaitkata: apache, java, Linux, server, tomcat
Sejak apache tomcat dimasukkan dalam repository ubuntu, cara installasinya pun semakin gampang. tinggal menggunakan apt-get beres deh. Apache tomcat merupakan webserver yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi SERVLET maupun JSP. Sebelum melakukan installasi tomcat, disarankan agar melakukan install JRE (Java Runtime Environtment) terlebih dahulu. Cara melakukan install apache tomcat adalah sebagai berikut:
1. Install tomcat dan pendukung-pendukungnya :
- tomcat6 : Servlet and JSP engine
- tomcat6-admin : Admin web applications
- tomcat6-common : Common files
- tomcat6-user : Tools to create user instances
- tomcat6-docs : Example web applications
- tomcat6-examples : Example web applications
2. Lakukan install
zein@arjuna:~$ sudo apt-get install tomcat6 tomcat6-admin tomcat6-common tomcat6-user tomcat6-docs tomcat6-examples
3. Jalankan tomcat
zein@arjuna:~$ sudo /etc/init.d/tomcat6 start
* Starting Tomcat servlet engine tomcat6
Using CATALINA_BASE: /var/lib/tomcat6
Using CATALINA_HOME: /usr/share/tomcat6
Using CATALINA_TMPDIR: /tmp/tomcat6-tmp
Using JRE_HOME: /usr/lib/jvm/java-6-openjdk
Using CLASSPATH: /usr/share/tomcat6/bin/bootstrap.jar
4. Beberapa command yang berkaitan dengan tomcat:
- Stop tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 stop
- Restart tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 restart
- Melihat status tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 status
5. Setelah tomcat berjalan maka buka web browser untuk melakukan testing, apakah tomcat dapat bekerja dengan baik. Buka web browser dan ketikkan alamatnya, http://localhost:8080 atau http://<ipserver>:8080. Jika sukses maka akan muncul tampilan dengan Header : Its Works!
Sedangkan untuk melihat contoh-contoh program (examples) servlet bisa dilihat melalui alamat http://<ipserver>:8080/examples/servlets dan jika ingin melihat contoh-contoh JSP dapat dilihat di alamat http://<ipserver>:8080/examples/jsp.
6. Untuk melakukan aktifasi fiture admin lewat browser, maka edit lah file /etc/tomcat6/tomcat-user.xml. Kemudian tambah baris dibawah ini.
<role rolename="manager"/>
<role rolename="admin"/>
<user name="admin" password="rahasia" roles="manager,admin"/>
Setelah itu akses lewat web browser dengan alamat http://<ipserver>:8080/manager/html, lalu masukkan username & password seperti yang ada di tomcat-user.xml. Selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut :

7. Untuk merubah port yang digunakan oleh apache tomcat, dapat dirubah di /etc/tomcat6/server.xml. Port default tomcat adalah 8080, untuk merubahnya menjadi port 80 adalah dengan mengganti baris Connector port="8080" dengan Connector port="80"
“cannot mount volume” partisi ntfs di Linux Ubuntu
22 Februari 2010 pada 07:29 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone | Tinggalkan KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Saat menggunakan USB maupun menggunakan sistem operasi windows yang file system-nya adalah NTFS, masalah ini pasti sering terjadi. Yaitu ketika sebagian pengguna mencabut drive hardisk eksternal secara langsung dari Windows tanpa melakukan pilihan “safe removable disk”. Ketika anda secara langsung melepas hardisk dari Windows, maka NTFS log tidak akan menandai nya sebagai unused. Yang terjadi adalah ketika hardisk eksternal tersebut di koneksikan dengan menggunakan Linux, pesan error di atas yang akan tertampil pada layar. Salah satu cara adalah melakukan force mount secara manual, pilihan yang lain adalah dengan menggunakan tool yang disebut ntfsfix dimana anda dapat gunakan untuk melakukan pengesetan pada file log NTFS sebagai unused. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut tips dan triknya :
- Install paket aplikasi ntfsprogs melalui synaptic package manager, atau install via konsole ;
- Tentukan partisi NTFS yang akan dibersihkan log-nya agar bisa mounting dengan mengetik perintah dibawah ini pada konsole ;
- Kemudian untuk mengetahui partisi mana NTFS-nya, pada konsole ketik perintah berikut : (contoh pada partisi /dev/sdb1)
- Setelah log NTFS bersihkan, lakukan mounting ulang dengan men-double klik pada drive NTFS;
$ sudo apt-get install ntfsprogs
zein@tarantula:/etc$ sudo fdisk -l
Disk /dev/sdb: 120.0 GB, 120034123776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 14593 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0x2a982a98Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdb1 * 1 13526 108647563+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sdb2 13527 14593 8570677+ 7 HPFS/NTFS
zein@tarantula:/etc$ sudo ntfsfix /dev/sdb1
Mounting volume… FAILED
Attempting to correct errors…
Processing $MFT and $MFTMirr…
Reading $MFT… OK
Reading $MFTMirr… OK
Comparing $MFTMirr to $MFT… OK
Processing of $MFT and $MFTMirr completed successfully.
Setting required flags on partition… OK
Going to empty the journal ($LogFile)… OK
NTFS volume version is 3.1.
NTFS partition /dev/sdb1 was processed successfully.
Preset winamp untuk Audacious
13 Desember 2008 pada 21:24 | Ditulis dalam Catatan Si Zein, I.T., Linux Zone | 3 KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Bermula saat pulang ke rumah merayakan hari raya kurban, dan saat itu lah baru nyadar klo cd ubuntu yg ku pesen sudah datang sejak sebulan yang lalu. Melihat cover CD nya berwarna merah putih itu kayaknya keren sekali. Emang sih itu Ubuntu 8.04 LTS Hardy Heron (Hardy+1). Sedangkan sejak 30 oktober 2008 lalu, ubuntu baru merilis Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex). Tapi kayaknya udah nggak nahan untuk meng-install. Karena Sang Linux Debian yang tertanam di nutbuk ku sudah rusak tak terdeteksi lagi sehingga sekalian aja di format harddisk nya
Installasi dilakukan gak sampai 45menit (beruntung sekali sudah kubeli RAM 512Mb merk kingston ini di hiTech Mall hehehe). Kemudian meng-edit sources.list diarahkan ke TELKOM yang di FOSS-ID (http://dl2.foss-id.web.id) karena koneksi inetnya pake speedy
Setelah melakukan apt-get update, maka yg pertama kali dilakukan adalah mount harddisk NTFS. Caranya:
1. Buat folder baru, biasanya diletakkan di /media
zein@tarantula:~$ sudo mkdir /media/driveC
zein@tarantula:~$ sudo mkdir /media/driveD /media/driveG
2. Edit dan masukkan mount ke /etc/fstab
zein@tarantula:~$ sudo pico /etc/fstab
3. Pada baris bawah sendiri, ditambahi:
/dev/sda1 /media/driveC ntfs defaults,umask=007,gid=46 0 1
/dev/sda5 /media/driveD ntfs defaults,umask=007,gid=46 0 1
/dev/sda6 /media/driveG ntfs defaults,umask=007,gid=46 0 1
4. Lakukan Mount
zein@tarantula:~$ sudo mount -a
Setelah itu aku meng-install gstreamer dan XMMS. Byasalah, penyuka musik
Ups, ternyata xmms udah gak ada dan diganti dengan Audacious. Setelah install audacious dilanjutkan dengan menambah preset winamp ke dalam Audacious. Caranya :
1. Install Audacious
zein@tarantula:~$ sudo apt-get install audacious
2. Unduh preset
zein@tarantula:~$ wget http://www.xmms.org/misc/winamp_presets.gz
3. Extract
zein@tarantula:~$ sudo gunzip -c winamp_presets.gz > ~/.config/audacious
4. Jalankan Audacious dan pilih preset

audacious yang terinstall dengan preset winamp
Menyenangkan sekali, akhirnya bisa ber-linux ria lag ^.^
Upgrade Debian Kernel
4 Agustus 2007 pada 17:57 | Ditulis dalam Linux Zone | 2 KomentarKaitkata: Debian, Linux, Upgrade Kernel
–
Versi PDF dapat di unduh di [sini]
–
Debian memiliki cara tersendiri dalam melakukan kompilasi dan installasi kernel baru. Termasuk yang berkaitan dengan dependency. Berikut ini adalah cara konfigurasi, kompilasi dan installasi kernel linux. Dan yang akan dibahas adalah yang sering dilakukan di distro system operasi linux lainnya serta cara khusus yang sedikit berbeda dilakukan di Debian, saya menyebutnya “cara debian banget”
Yang dibutuhkan adalah :
1. Source kernel (bisa di dapat di http://www.kernel.org/ atau menggunakan apt-get : apt-get install linux-source-2.6.18)
2. gcc / g++
3. libncurses5
4. libncurses5-dev
5. libncursesw5
6. kernel-package =>special tools
c1c4x-lab:~# apt-get install g++ libncurses5 libncurses5-dev libncursesw5 kernel-package
1. Extract source kernel ke folder /usrc/src
c1c4x-lab:/usr/src# tar zxvf linux-2.6.18.tar.bz2
2. Kita lakukan konfigurasi kernel, ada banyak cara yang bisa dilakukan diantaranya : config (mode konsole), oldconfig (konfigurasi disamakan dengan konfigurasi kernel lama), menuconfig (mode menu), xconfig (mode gui). Yang sering digunakan adalah menuconfig.
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make menuconfig
Dalam melakukan menuconfig dibutuhkan package libncurses5, karena jika tidak terinstall maka akan muncul error seperti berikut ini :
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make menuconfig
HOSTCC scripts/kconfig/lxdialog/checklist.o
In file included from scripts/kconfig/lxdialog/checklist.c:24:
scripts/kconfig/lxdialog/dialog.h:31:20: curses.h: No such file or directory
In file included from scripts/kconfig/lxdialog/checklist.c:24:
scripts/kconfig/lxdialog/dialog.h:128: error: syntax error before “use_colors”
Dan jika berhasil akan muncul menu seperti berikut ini, di dalam menuconfig jika kita ingin configurasi kernel baru sama dengan kernel lama maka kita bisa memanggil config file kernel lama , dengan memilih menu Load an Alternate Configuration File. Config kernel lama terletak di direktori /boot/config-versi-kernel

Jika ingin menggunakan oldconfig, maka harus melakukan copy config dulu.
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# cp /boot/config-2.6.8-2-386 .config
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make oldconfig
3. Setalah selesai melakukan configurasi dan menyimpannya, berikutnya adalah melakukan compile de el el. Di debian ada 2 cara:
a. Cara pada linux umumnya:
*Compile dan install
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make modules
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make modules_install
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make install
*Buat file initrd-img:
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# mkinitrd -o /boot/initrd.img-2.6.18 2.6.18
( Lebih lanjut tentang initrd : debian-initrd )
*Seperti biasa edit /boot/grub/menu.lst
title Debian kernel baru
root (hd0,2)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18 root=/dev/hda3 ro
initrd /boot/initrd.img-2.6.18
b. Cara debian banget:
*Debian memiliki cara khusus dalam melakukan compile kernel, dan dibutukan paket kernel-package
c1c4x-lab:~# apt-get install kernel-package
*Yang dilakukan untuk melakukan compile setelah dilakukan configurasi adalah:
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make-kpkg clean
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# make-kpkg kernel_image
*Setelah itu akan muncul file .deb yang berada di direktori /usr/src, kemudian tinggal dilakukan installasi:
c1c4x-lab:/usr/src# dpkg -i kernel-image-2.6.18.deb
c1c4x-lab:/usr/src/linux-2.6.18# mkinitrd -o /boot/initrd.img-2.6.18 2.6.18
*Cek /boot/grub/menu.lst seperti diatas.
4. Reboot
5. Cek kernel dengan uname -a
Problem on My Debian Wireless
12 Juli 2007 pada 01:50 | Ditulis dalam Linux Zone | 2 KomentarKaitkata: Debian, Linux
Siall… muet juga aku akhirnya sampek sekarang belom ketemu.
Tak paste di sini ae wes, timbang kosong ![]()
—-
Yang pertama upgrade kernel [note: Pembahasan mengenai upgrade kernel dengan cara debian akan di tulis di kesempatan yang akan datang]. Dan melakukan aktifasi terhadap bagian networking yaitu wireless yang terdiri dari ieee80211 dan ipw2200 (wireless-ku intel pro2200), dan sudah ter-compile termasuk modulenya. Tetap saja belom bisa berjalan, coba diliat dengan command dmesg:
zein@c1c4x-lab:~$ dmesg |grep ipw2200 ipw2200: Intel(R) PRO/Wireless 2200/2915 Network Driver, git-1.0.8 ipw2200: Copyright(c) 2003-2005 Intel Corporation ipw2200: Detected Intel PRO/Wireless 2200BG Network Connection ipw2200: ipw-2.4-boot.fw load failed: Reason -2 ipw2200: Unable to load firmware: -2 ipw2200: failed to register network device ipw2200: probe of 0000:01:02.0 failed with error -5
Ternyata ada firmware yang tidak bisa di load, apakah karena source kernel ku yang error? ato source ku yang merupakan source kernel milik fedora? ato ada module yang belum dimasukkan? I dunno.
Maklumlah ini stok source kernel-ku (kernel 2.6.16) waktu masih pakai slackware.
—-
Yang kedua, coba langsung menggunakan source-nya ipw2200. Dari sourceforge.net,
setelah kupersiapkan paket-paket wirelessnya, yang terdiri dari:
1.ieee80211
2.ipw2200
3.ipw2200_fw (firmware)
Kemudian dilakukan compile dan install terhadap masing-masing paket, ternyata tetep saja belom bisa, karena ada yang salah dengan module-nya sehingga proses install gagal. [note: Cara install wireless selengkapnya akan ditulis di lain kesempatan]
zein@c1c4x-lab:/usr/src/ipw2200$ sudo make install SHELL=/bin/bash mkdir -p /usr/src/ipw2200/tmp/.tmp_versions make -C /lib/modules/2.6.16/build M=/usr/src/ipw2200 MODVERDIR=/usr/src/ipw2200/tmp/.tmp_versions modules make[1]: Entering directory `/usr/src/linux-2.6.16' Building modules, stage 2. MODPOST make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-2.6.16' install -d /lib/modules/2.6.16/kernel/drivers/net/wireless/ install -m 644 -c ipw2200.ko /lib/modules/2.6.16/kernel/drivers/net/wireless/ install: cannot stat `ipw2200.ko': No such file or directory make: *** [install] Error 1
Masalahe terletak pada baris terakhir, kemungkinan besar karena adanya module ieee80211 yang masih ndak beres, atau kesalahan waktu setting path.
install: cannot stat `ipw2200.ko': No such file or directory
padahal sebelumnya, saat dilakukan penambahan terhadap module ieee80211, tidak terdapat masalah alias ndak ada error
zein@c1c4x-lab:/usr/src/ieee80211$ sudo make IEEE80211_INC=/lib/modules/`uname -r`/build/include install SHELL=/bin/bash
my Feisty are arrived
29 Mei 2007 pada 13:48 | Ditulis dalam Catatan Si Zein | 4 KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Dibilang nunggu, nggak juga… karena aku masih enjoy sama Ubuntu 6.06 LTS (Dapper Drake). Dibilang gak nunggu, nggak juga… karena pengen nyobain Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn), apalagi release-nya sama dengan bulan kelahiranku
gak nyambung…..
Tapi akhirnya feisty-ku nyampe juga, bisa saja sih aku melakukan upgrade dari Dapper Drake ke Edgy Eft (Ubuntu 6.10) kemudian upgrade lagi ke Feisty Fawn, tapi karena terlalu jatuh cinta sama dapper dan koneksi internet yang gak bersahabat (alias lemot) maka hal itu tidak bisa dilakukan. So, mengapa sekarang mo beralih? Karena emang lagi kepingin membersihkan harddisk, mo di format sampai bersih, kemudian langsung fresh install. Jadi sekalian aja deh…

Masih inget, ketika pertama kali memakai ubuntu yaitu waktu versi breezy, tapi cuma live CD doank. Dan sempet pesen pula CD dari Cannonical. Karena waktu itu masih senneng dan konsentrasi menggunakan dan memperdalam Slackware 10.0, maka perkenalan itu berlalu begitu saja. Sampai akhirnya waktu di Jakarta, kebetulan di kantor (biznet) ada dapper dan koneksi internet yang TOP, langsung saja tak pinjem dan melakukan install (baca posting sebelumnya: uBuNtU feat. LA Lights). Waktu release edgy eft, aku sengaja tidak melakukan upgrade karena sudah terlanjur suka sama dapper, dan waktu itu ada isue bahwa edgy kurang stabil. Dan kurasa sekarang sudah waktunya untuk beralih ke Feisty Fawn… Welcome to my box Feisty Fawn
New Ubuntu Repositori
13 Maret 2007 pada 08:16 | Ditulis dalam Linux Zone | 4 KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Hebat sekali dalam 2 bulan ini, di Indonesia bermunculan 2 mirror repositori ubuntu. Sehingga saat ini ada 5 repositori Indonesia, semoga semakin banyak, kapan yha ada repositori yang servernya ada di malang???? B-)
Daftar mirror :
1. Repositori Kambing (UI — Telkom, Indosat) – http://kambing.vlsm.org
2. Repositori CBN Mirror (IIX) – http://mirror.cbn.net.id
3. Repositori Komo (IIX) – http://komo.vlsm.org
dan yang baru adalah di :
4. Repositori Indika (IIX) – http://indika.net.id
5. Repositori Gamais ITB (ITB-Net & Inherent) – http://mirror.gamais.itb.ac.id
Berikut ini adalah sources.list untuk Ubuntu 6.06 (Dapper Drake) menggunakan repositori terbaru (Repositori Gamais ITB)
### sources.list.gamaisitb ### Repository dengan menggunakan server mirror gamais.itb.ac.id ## REPOSITORY UTAMA deb http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper main restricted universe multiverse deb-src http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper main restricted universe multiverse ## INI UNTUK MAJOR BUG FIX UPDATES deb http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper-updates main restricted universe multiverse deb-src http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper-updates main restricted universe multiverse ## INI UNTUK UBUNTU SECURITY UPDATES deb http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper-security main restricted universe multiverse deb-src http://mirror.gamais.itb.ac.id/ubuntu dapper-security main restricted universe multiverse
Sudoku
23 Februari 2007 pada 08:11 | Ditulis dalam Catatan Si Zein, I.T., Lain2, Linux Zone | Tinggalkan KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Gara2 iming2 seorang cewek
jadi penasaran sama game yang bernama sudoku. Ternyata lumayan juga buat muter2 otak. Go to paman google, teros nyari package game ubuntu, teros nemu yang namanya gnome-sudoku. Yessss…!!!!
Sudoku, juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring yang terdiri dari 9 kotak tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin square.
Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.
Nama “Sudoku” adalah singkatan bahasa Jepang dari “Suuji wa dokushin ni kagiru” (“Suuji wa dokushin ni kagiru”), artinya “angka-angkanya harus tetap tunggal”. (sumber: id.wikipedia.org)
— gnome-sudoku di Ubuntu —
masuk ke console kemudian ketik
$sudo apt-get install gnome-sudoku
Paket Ubuntu
22 Februari 2007 pada 08:10 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone | 2 KomentarKaitkata: Linux, ubuntu
Awalnya aku gak tahu dimana letak paket hasil kita melakukan apt-get. Dan sempat pula berpikir, bisa nggak sie hasil apt-get di copy ke kompie lain, sehingga cukup 1 kompie saja yang OL untuk melakukan download terhadapt paket2 apt-get?
Ternyata package di Ubuntu 6.06 yang sudah ter install terdapat di /var/cache/apt/archives.Selain itu file2 tersebut ternyata bisa langsung di copy ke kompie yang lain, sehingga kompie lain gak perlu OL untuk melakukan apt-get. Yang terpenting dependency dari package yang kita inginkan lengkap.
mungkin link ini bisa membantu:
1. Ubuntu-ID Blog
2. UbuntuGeek
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

