Unicode Support di CentOS 5.5 menggunakan PHP dan PCRE

3 Desember 2010 pada 08:57 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone, Server | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , ,

Saya menggunakan CentOS 5.5 dengan webserver apache 2.2.3 dan PHP 5.1.6. Saat akan menggunakan fungsi regex yang berhubungan dengan karakter unicode seperti (‘\X’, ‘\pL’, dsb) ternyata terdapat error, dan setelah diselidiki ternyata pada PCRE (Perl Compatible Regular Expressions) ada sebuah fungsi yang belum aktif. Demikian pula saat saya memasang sebuah CMS open source dengan nama RackTables yang akan digunakan untuk inventaris rack, server dan semua peripheral yang ada di Data Center. terdapat sebuah error yang berhubungan dengan PCRE. Error-nya adalah
"PCRE compiled with --enable-unicode-properties FAILED"

PERMASALAHAN:
PHP yang terbaru menggunakan PCRE engine untuk menjalankan fungsi regular expression (regex). Karena itu, kita bisa langsung melakukan query langsung menggunakan pcregrep seperti berikut ini:

[pegasus@svr-cabul ~]$ pcregrep ‘/\X*/u’ character.txt
pcregrep: Error in command-line regex at offset 2: support for \P, \p, and \X has not been compiled

Dan ternyata hasilnya terdapat error, bahwa unicode tidak bisa dilakukan. Kemudian ada juga command pcretest untuk melihat hasil kompilasi pcre yang terpasang di komputer/server kita.

[pegasus@svr-cabul ~]$ pcretest -C
PCRE version 6.6 06-Feb-2006
Compiled with
UTF-8 support
No Unicode properties support
Newline character is LF
Internal link size = 2
POSIX malloc threshold = 10
Default match limit = 10000000
Default recursion depth limit = 10000000
Match recursion uses stack

Dari query diatas tampaklah bahwa memang ada yang kurang dalam kompilasi PCRE. dari query diatas diberitahukan bahwa “UTF-8 support” dan “No Unicode properties support”. Hal ini berarti bahwa PRCE diconfig dan dicompile dengan opsi “-enable-utf8″ yang memungkinkan PCRE untuk mengenali dan bekerja dengan UTF-8 encoded string. Namun, PCRE tidak dikompilasi dengan “–enable-unicode-properties” yang diperlukan mendukung karakter unicode seperti ‘\ p’, ‘\ P’, dan ‘\ X’.

SOLUSI:
Untuk mengatasi permasalah ini, maka harus dilakukan kompile ulang terhadap PCRE. Karena saya menggunakan CentOS yang berbasi rpm, maka saya mencari src dari PCRE dan menemukannya di kernel.org yaitu di http://mirrors.kernel.org/centos/5.5/os/SRPMS/pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm.

1. Download src

[pegasus@svr-cabul ~]$ wget http://mirrors.kernel.org/centos/5.5/os/SRPMS/pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm

2. Install source rpm

[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo rpm -ivh pcre-6.6-2.el5_1.7.src.rpm

perintah ini akan menaruh source kedalam folder /usr/src/redhat/SOURCES dan /usr/src/redhat/SPECS
3. Install rpmbuild
rpmbuild nantinya akan digunakan untuk mengkompile paket source rpm

[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo yum install rpm-build

4. Lakukan konfigurasi
buka file /usr/src/redhat/SPECS/pcre.spec, kemudian cari baris

%configure --enable-utf8

dan rubah menjadi seperti berikut ini, kemudian simpan

%configure --enable-utf8 --enable-unicode-properties

5. Build rpm baru

[pegasus@svr-cabul ~]$ sudo rpmbuild -ba /usr/src/redhat/SPECS/pcre.spec

hasil akhir dari perintah diatas, akan membuat rpm baru, dan akan muncul seperti ini:

Wrote: /usr/src/redhat/SRPMS/pcre-6.6-2.7.src.rpm
Wrote: /usr/src/redhat/RPMS/i386/pcre-6.6-2.7.i386.rpm
Wrote: /usr/src/redhat/RPMS/i386/pcre-devel-6.6-2.7.i386.rpm

6. Install rpm baru:

[pegasus@svr-cabul src]$ sudo rpm -Uvh redhat/RPMS/i386/pcre-6.6-2.7.i386.rpm
Preparing... ########################################### [100%]
1:pcre ########################################### [100%]

7. Lakukan testing

[pegasus@svr-cabul src]$ pcretest -C
PCRE version 6.6 06-Feb-2006
Compiled with
UTF-8 support
Unicode properties support
Newline character is LF
Internal link size = 2
POSIX malloc threshold = 10
Default match limit = 10000000
Default recursion depth limit = 10000000
Match recursion uses stack

Dan akhirnya, server pun sudah support unicode. :D

Apache Tomcat 6 dan Ubuntu 10.04

16 September 2010 pada 08:26 | Ditulis dalam I.T., Linux Zone, Server | 2 Komentar
Kaitkata: , , , ,

Sejak apache tomcat dimasukkan dalam repository ubuntu, cara installasinya pun semakin gampang. tinggal menggunakan apt-get beres deh. Apache tomcat merupakan webserver yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi SERVLET maupun JSP. Sebelum melakukan installasi tomcat, disarankan agar melakukan install JRE (Java Runtime Environtment)  terlebih dahulu. Cara melakukan install apache tomcat adalah sebagai berikut:

1. Install tomcat dan pendukung-pendukungnya :
- tomcat6 : Servlet and JSP engine
- tomcat6-admin : Admin web applications
- tomcat6-common : Common files
- tomcat6-user : Tools to create user instances
- tomcat6-docs : Example web applications
- tomcat6-examples : Example web applications

2. Lakukan install

zein@arjuna:~$ sudo apt-get install tomcat6 tomcat6-admin tomcat6-common tomcat6-user tomcat6-docs tomcat6-examples

3. Jalankan tomcat

zein@arjuna:~$ sudo /etc/init.d/tomcat6 start
* Starting Tomcat servlet engine tomcat6
Using CATALINA_BASE:   /var/lib/tomcat6
Using CATALINA_HOME:   /usr/share/tomcat6
Using CATALINA_TMPDIR: /tmp/tomcat6-tmp
Using JRE_HOME:        /usr/lib/jvm/java-6-openjdk
Using CLASSPATH:       /usr/share/tomcat6/bin/bootstrap.jar

4. Beberapa command yang berkaitan dengan tomcat:

- Stop tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 stop
- Restart tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 restart
- Melihat status tomcat : $ sudo /etc/init.d/tomcat6 status

5. Setelah tomcat berjalan maka buka web browser untuk melakukan testing, apakah tomcat dapat bekerja dengan baik. Buka web browser dan ketikkan alamatnya, http://localhost:8080 atau http://<ipserver>:8080. Jika sukses maka akan muncul tampilan dengan Header : Its Works!
Sedangkan untuk melihat contoh-contoh program (examples) servlet bisa dilihat melalui alamat  http://<ipserver>:8080/examples/servlets dan jika ingin melihat contoh-contoh JSP dapat dilihat di alamat http://<ipserver>:8080/examples/jsp.

6. Untuk melakukan aktifasi fiture admin lewat browser, maka edit lah file /etc/tomcat6/tomcat-user.xml. Kemudian tambah baris dibawah ini.

<role rolename="manager"/>
<role rolename="admin"/>
<user name="admin" password="rahasia" roles="manager,admin"/>

Setelah itu akses lewat web browser dengan alamat http://<ipserver>:8080/manager/html, lalu masukkan username & password seperti yang ada di tomcat-user.xml. Selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut :

7. Untuk merubah port yang digunakan oleh apache tomcat, dapat dirubah di /etc/tomcat6/server.xml. Port default tomcat adalah 8080, untuk merubahnya menjadi port 80 adalah dengan mengganti baris Connector port="8080" dengan Connector port="80"

Setting RAID 1 IBM XSeries 346

25 Juni 2010 pada 15:43 | Ditulis dalam Server | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

Aku ingin mengenang kembali, saat pertama kali memegang server IBM Xseries 346. Awalnya bingung namun akhirnya bisa juga. Server IBM XSeries merupakan server jadul, sekarang sudah berganti nama menjadi IBM System x.

Sekilas mengenai RAID (http://id.wikipedia.org/wiki/RAID):
RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.

Cara untuk mengaktifkan RAID di IBM XSeries 346 adalah:
1. Masuk ke menu setup, saat ada pilihan SCSI, tekan CTRL+A
2. Pilih SCSI harddisk, di Server saya adalah yang B. Yang A adalah DVD Rom

3. Setelah itu masuk ke menu Configure/View SCSI Controller Setting

NTP (Network Time Protocol)

12 Maret 2010 pada 04:29 | Ditulis dalam I.T., Networking Area, Networking Zone | 3 Komentar
Kaitkata: ,

Network Time Protocol (NTP) merupakan suatu protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi waktu antara sistem lokal dengan sumber waktu yang akurat. Protokol ini diperlukan agar waktu yang tercatat pada sistem kita (lokal) bisa sama atau paling tidak mendekati waktu yang sebenarnya. Hal ini berguna agar tidak terjadi kesalahan atau kekacauan pada saat suatu sistem berkomunikasi dengan sistem lainnya karena perbedaan waktu yang tercatat pada setiap sistem tersebut. Selain itu seorang administrator jaringan akan dipermudah dalam menelusuri dan menganalisa masalah yang terjadi pada suatu jaringan jika waktu pada setiap sistem bersesuaian.

NTP sudah digunakan secara luas di dunia untuk melakukan sinkronisasi waktu antar sistem. Protokol ini memberikan tingkat akurasi kurang dari 1 milisekon pada LAN dan beberapa milisekon pada WAN. Saat ini sudah terdapat ratusan NTP server di seluruh dunia dan melayani jutaan NTP client di semua negara.

NTP menggunakan UDP port 123 sebagai layer transportnya. NTP beroperasi dengan menggunakan level hierarchy yang setiap levelnya diberi nomer yang disebut stratum. Stratum memiliki beberapa level yang mendefinisikan jarak dengan sistem yang menjadi referensi untuk menghindari cycle dalam proses sinkronisasi, diantaranya adalah:

  • Stratum 0. Merupakan perangkat seperti jam atom dan tidak dikoneksikan langsung degan jaringan, tetapi terhubung dengan komputer.
  • Stratum 1. Merupakan perangkat komputer yang terletak pada perangkat stratum 0.
  • Stratum 2. Merupakan perangkat yang mengirimkan request NTP ke perangkat Stratum 1.
  • Stratum 3. Merupakan perangkat yang memiliki fungsi yang sama seperti stratum 2 dan melakukan request NTP ke perangkat stratum 2.

NTP Server

NTP Server adalah situs NTP Stratum 1, 2,  ..dst., yaitu Server yang sistem waktunya di-sinkron-kan terhadap sumber waktu akurat, dan men-transmisi-kan paket informasi waktu kepada komputer ‘klien’ yang meminta.

Tulisan berikutnya, akan membahas tentang NTP Server menggunakan perpaduan antara freeBSD dan GPS (Global Positioning System), yang mana dalam hal ini adalah Stratum 1.

Windows Server 2003 ERROR_NO_SUCH_DOMAIN

29 Januari 2010 pada 04:15 | Ditulis dalam Catatan Si Zein, I.T., Networking Area | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,
The current logo of Microsoft Windows, the com...
Image via Wikipedia

Kemarin jaringan komputer di kantor mengalami problem. Si microsoft windows server 2003 R2 mengalami colaps. Karena server ini bertindak sebagai domain controller, maka tewaslah semua jaringan. Sebenarnya ada 3 domain controller sih. Dan kebetulan yang mengalami kolaps adalah di primary domain controller (PDC). dan entah kenapa si domain controller kedua juga tidak mau up juga. Error yang muncul di sever tersebut adalah “The specified domain either does not exist or could not be contacted”.

Setelah dilihat di query menggunakan command promt, hasilnya status yang muncul adalah Status = 1355 0x54b ERROR_NO_SUCH_DOMAIN.

Apa penyebabnya?
Lalu bagaimana cara menanganinya?

(i)
Yang perlu dilihat pertama kali adalah melakukan tes query menggunakan command line nltest untuk memperoleh informasi domain controller yang terdekat yang menjalankan fungsi tertentu relatif terhadap posisi komputer client, seperti Global Catalog server (/GC switch), time server (/TIMESERV switch), KDC(/KDC switch) dan PDC (/PDC switch).  Command yang harus dijalankan adalah sebagai berikut :

nltest /dsgetdc:<nama domain> /force

maka akan didapatkan seluruh informasi mengenai domain tersebut.

(ii)

<bersambung>

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.