SLaX
15 November 2006 pada 07:25 | Ditulis dalam Catatan Si Zein, Linux Zone | Tinggalkan KomentarKaitkata: Linux, slackware, slax
Gara2 notebook russak, aku gak pernah maen2 linux lagi.
Padahal pengen banget maen ubuntu, ada game yg asik seh ![]()
Gatel banget pengen pegang linux,,,, ![]()
Terus nemu SLAX
Akhirnyaa, I fall in love with U SLAX
SLAX adalah sebuah bootable CD yang berisikan sistem operasi Linux. Ia menjalankan Linux langsung dari CD (atau USB) tanpa instalasi. Adapun basis dari Live CD ini adalah distro Slackware Linux dan dapat diperoleh di situs web dalam bentuk sebuah image ISO. Semua skrip dan kode sumber telah tersedia dan dapat digunakan untuk membuat Live CD anda sendiri.
Yang penting, BISA DARI USB
![]()
![]()
![]()
Cara Kerjanya:
Ketika komputer boot dari Live CD, langkah pertama adalah memuat image kernel (vmlinuz). Setelah itu, 4 MB ramdisk dibuat dalam RAM komputer. Image rootdisk (initrd.gz) kemudian dibongkar ke dalamnya dan di-mount sebagai sistem file root. Direktori-direktori besar (seperti /usr) akan di-mount langsung dari CDROM.
Apalagi aku terus nemu aplikasi yang keren abiz, dan user friendly serta windu$t base. Yaitu MySlax Creator. Sebuah aplikasi yang canggih, karena kita bisa membuat atau lebih tepatnya memodifikasi ISO seperti yang kita maui. Sehingga Live OS yang dihasilkan sesuai dengan kamauan kita. Karena dengan aplikasi ini kita bisa meremove maupun menambah modul-modul yang kita inginkan dengan mudah, SLAX menyediakan aplikasinya dalam bentuk modul.
Shutdown Slackware
7 November 2006 pada 08:09 | Ditulis dalam Islamic Zone | Tinggalkan KomentarKaitkata: Linux, slackware
Saat pake distro Slackware dengan kernel 2.4.xxm biasanya saat shutdown, Computernya nggak mati secara otomatis. Nah, biar computer plus monitornya nya mati langsung tanpa nekan tombol power PC. Maka edit file /etc/rc.d/rc.modules kemudian uncomment bagian sbin/modprobe apm
Web Server
31 Juli 2006 pada 05:57 | Ditulis dalam Linux Zone | 4 KomentarKaitkata: Linux, slackware
Tiba-tiba pengen maen-maen PHP di Slackware, mau gak mau akhirnya harus install Apache web server. Gimana caranya? Begini nih…..
Pertama cek dulu, apakah service-nya udah jalan atau belom. Siapa tau udah berjalan.
root@c1c4x_lab:~# nmap -sS localhost Starting nmap 3.50 ( http://www.insecure.org/nmap/ ) at 2006-07-29 16:13 WIT Interesting ports on localhost (127.0.0.1): (The 1653 ports scanned but not shown below are in state: closed) PORT STATE SERVICE 22/tcp open ssh 25/tcp open smtp 37/tcp open time 113/tcp open auth 587/tcp open submission 6000/tcp open X11 Nmap run completed -- 1 IP address (1 host up) scanned in 1.056 seconds
ow, ternyata service httpd belom berjalan. So mari kita mulai. apache terletak di direktori /etc/apache terus edit file httpd.conf
root@c1c4x_lab:~# cd /etc/apache root@c1c4x_lab:/etc/apache# pico httpd.conf
Untuk mengaktifkan modul PHP, agar apache bisa mengeksekusi .php maka aktifkan baris Include /etc/apache/mod_php.conf dengan menghapus tanda # (pagar), biasanya terletak di bawah sendiri. Kalo pengen apache-nya mendukung SSL (Secure Socket Layer), maka aktifkan juga modul SSL-nya.
....baris atas sengaja di hapus.... # ==> mod_php configuration settings mod_ssl configuration settings < == # # PACKAGES REQUIRED: apache (N series) and openssl (N series) # Include /etc/apache/mod_ssl.conf
Jalankan servicenya:
root@c1c4x_lab:/etc/apache# /etc/rc.d/rc.httpd start -bash: /etc/rc.d/rc.httpd: Permission denied
Lho koq denied? Oh iya lupa, file permissionnya belom execute. Kalo gak percaya mari kita lihat dan buktikan
Pergi ke drektori /etc/rc.d
root@c1c4x_lab:~# cd /etc/rc.d root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# ls -al rc.httpd -rw-r--r-- 1 root root 401 2003-03-06 04:28 rc.httpd
Tuh kan, permissionnya masih default yaitu 644, so perlu diganti dulu permissionnya.
root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# chmod 755 rc.httpd root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# ls -al rc.httpd -rwxr-xr-x 1 root root 401 2003-03-06 04:28 rc.httpd*
sekarang jalankan service-nya, kemudian test pake nmap.
root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# /etc/rc.d/rc.httpd start /usr/sbin/apachectl start: httpd started root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# nmap -sS localhost Starting nmap 3.50 ( http://www.insecure.org/nmap/ ) at 2006-07-29 16:24 WIT Interesting ports on localhost (127.0.0.1): (The 1652 ports scanned but not shown below are in state: closed) PORT STATE SERVICE 22/tcp open ssh 25/tcp open smtp 37/tcp open time 80/tcp open http === service httpd telah berjalan 113/tcp open auth 587/tcp open submission 6000/tcp open X11
Selain command /etc/rc.d/rc.httpd start, bisa juga digunakan command apachectl, seperti berikut:
root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# apachectl stop /usr/sbin/apachectl stop: httpd stopped root@c1c4x_lab:/etc/rc.d# apachectl start /usr/sbin/apachectl start: httpd started
Direktori htdocs, secara default terletak di /var/www/htdocs. Direktory bisa diubah dengan melakukan edit di httpd.conf
Sekarang kita cek di browser, apakah service telah berjalan dengan baik. Dan apakah web server telah mendukung php. Bwat file phpinfo.php, untuk menguji apakah web server bisa menjalankan .php
http://localhost == telah berjalan dengan semestinya

http://localhost/phpinfo.php == dapat berjalan berarti telah mendukung .php
Ahh…… akhirnya bisa maen2 php di Slackware dehh. I Love Slackware
telnetd Slackware
30 Mei 2006 pada 04:53 | Ditulis dalam Linux Zone | Tinggalkan KomentarKaitkata: Linux, slackware
Pengen nulis mengenai telnet (telnet client + telnet server/telnetd) di Slackware 10.0
Soalnya service telnetd akan ku gunakan dalam peng-oprek-an IPTABLES
Secara default Slackware tidak menjalankan service telnetd. Karena hal ini berhubungan dengan sifat Slackware yg lebih mengarah ke UNIX yaitu mementingkan security. Sedangkan pada telnet tidak dilakukan enkripsi terhadap segala inormasi yang di kirimkan, walaupun loginnya menggunakan username dan password.
Secara default Slackware hanya menjalankan service berikut : [pake nmap biar keren
]
root@c1c4x_lab:~# nmap -sS -O -PI -PT 192.168.1.1 Starting nmap 3.50 ( http://www.insecure.org/nmap/ ) at 2006-05-30 19:12 WIT Interesting ports on 192.168.1.1: (The 1654 ports scanned but not shown below are in state: closed) PORT STATE SERVICE 22/tcp open ssh 25/tcp open smtp 37/tcp open time 113/tcp open auth 587/tcp open submission Device type: general purpose Running: Linux 2.4.X|2.5.X OS details: Linux Kernel 2.4.0 - 2.5.20 Uptime 0.026 days (since Tue May 30 18:36:02 2006) Nmap run completed -- 1 IP address (1 host up) scanned in 5.335 seconds
Kita coba telnet kalo gak percaya :

Tuh khan, gak bisa……
Sebagian daemons/server pada Slackware terletak di inetd yaitu di /etc/inetd.conf karena itu file tersebut perlu di edit.
root@c1c4x_lab:/etc# pico inetd.conf ... # Telnet server: #telnet stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd in.telnetd ...
Cari baris perintah diatas kemudian hapus tanda # nya, lalu save.
Setelah itu restart inetd dengan perintah berikut :
root@c1c4x_lab:/usr/sbin# kill -HUP $(cat /var/run/inetd.pid) root@c1c4x_lab:/usr/sbin# nmap -sS 192.168.1.1 Starting nmap 3.50 ( http://www.insecure.org/nmap/ ) at 2006-05-30 19:42 WIT Interesting ports on 192.168.1.1: (The 1653 ports scanned but not shown below are in state: closed) PORT STATE SERVICE 22/tcp open ssh 23/tcp open telnet ---->telnetd sudah berjalan 25/tcp open smtp 37/tcp open time 113/tcp open auth 587/tcp open submission Nmap run completed -- 1 IP address (1 host up) scanned in 0.987 seconds
Sekarang kita coba…

Horreeeeee… sudah bisa
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


